Saya dan secangkir kopi

Kopi_20200205
Foto: Dok. pribadi

Tidak semua orang menyukai kopi. Tapi kopi disukai banyak orang. Apalagi perokok, rasanya tak lengkap jika di waktu santai atau istirahat sejenak tanpa kopi.

Kopi dianggap pasangan rokok bagi sebagian orang. Tapi alhamdulillah, saya sekarang seorang penikmat kopi yang tak lagi merokok, haha.

Saya sendiri tidak peduli ketika timbul hasrat ingin menikmati kopi di warkop (warung kopi). Misalnya seperti hari ini di Kota Lhokseumawe. Meski sendiri tanpa teman, saya tetap betah ngopi di warkop. Apalagi bareng teman, pasti lebih seru.

Bagi sebagian orang, warkop juga dijadikan lokasi kerja ringan; jari-jari bermain di atas keyboard laptop atau sekadar membicarakan bisnis sambil minum kopi.

kopi_istock
Foto: iStock

Bagi saya, saat menyeruput secangkir kopi, rasanya ada beban yang terlepaskan, meski itu sebenarnya tidak. Kadang kala mampu menginspirasi, misalnya untuk menulis sesuatu.

Bicara soal selera kopi, saya tidak suka kopi terlalu manis, karena saya sendiri pun sudah manis, hahaha. Just joking.

So, bagaimana cerita teman-teman tentang secangkir kopi? Silakan komentar di bawah!

Lhokseumawe, 5 Februari 2020

2 thoughts on “Saya dan secangkir kopi

Leave a reply to Mukhlis Azmi Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.